Permainan tradisional

NeoNews , Medan – Permainan tradisional dari dulu bagian dari kehidupan anak anak masyarakat Indonesia, Menjadi hal yang umum warga untuk memainkan hal hal tersebut dari anak anak sampai orang dewasa. Kita menyebut tradisional karena permainan ini menggunakan peralatan dan bahan bermain murah , sederhana dan gampang kita dapatkan. Tapi masyarakat Indonesia yang modern sekarang sudah melupakan permainan permanan ini dan hampir punah. Permainan Tradisional Nyaris Punah Kalah Saing dgn Game Android Pkv Games.

Perkembangan teknologi membuat orang orang untuk senang tiasa memainkan permainan Game Android Terbaik 2021 sekarang ini. Permainan seperti Pkv Games yang mengasikan membuat orang orang sudah males untuk memainkan permainan tradisional yang kadang kasar dan melelahkan. Seiring berkembangnya zaman, eksisitensi dari permainan tradisional mulai kehilangan penggunaanya dan semakin laun lamanya pusaran peminat berkurang secara drastis.

Beberapa macam jenis permainan tradisional ada , khususnya berbagai provinsi Indonesia. Mengingat Indonesia memiliki keragaman suku dan budaya membuat permainan tradisional Indonesia juga banyak. Berikut kita rangkum lima permainan yang cukup sering kita dengar dulunya dan menghilang peminatnya sekarang ini :

1. Egrang

Egrang

Egrang merupakan permainan diatas bambu atau kayu tegak sebagai penyangga segitiga, Menjadi pijakan untuk pemain yang bermain permainan ini. Baik pemuda atau orang yang sudah tua sudah memainkannya oleh masyarakat indonesia. Mengulas kembali sejarah permainan ini terpengaruh oleh Tiongkok dan Belanda. Pada berbagai daerah memiliki sebutan masyarakat setempat sendiri , seperti Jawa Tengah yang menyebut Jangkungan ( burung berkaki panjang ), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu.

Merupakan permainan yang cukup sulit untuk dimainkan oleh sebagian pemula, kita harus memiliki keseimbangan yang bagus untuk bisa melakukanya permainan yang satu ini. Memastikan keseimbangan saat memijakan kaki pada kayu atau bambu Egrang tegak dengan telapak kaki memijak penyangga dengan tepat agar bisa melangkah langkah perlahan dengan baik. Nilai filosofi dari permainan Egrang ini adalah tekad, keuletan, kerja keras, dan sportivitas. Memberikan manfaat bagi para pemain untuk membangun kepribadian yang pantang menyerah , percaya diri dan mandiri , tegar.

2. Koclong atau Bermain Engklek

Engklek

Engklek ialah game tradisional melompat lompat pada bidang datar ,dengan membuat kotak kotak pada tanah untuk menjadi batas wilayah lompatan. Kemudian melompat dari satu wilayah kotakan ke kotakan lainnya. Permainan Koclong biasanya dua sampai enam anak anak laki laki dan perempuan mainkan bersama pada area terbuka. Di beberapa daerah, konclong memiliki nama-nama berbeda-beda seperti Engklek (Jawa), Asinan, Dengkleng, Tengge-Tengge (Gorontalo), Teprok (Bali),   Intingan (Sampit), Cak Lingking (Bangka), Gala Asin (Kalimantan).

Permainan Engklek ini memiliki nilai melatih ketangkasan , kelenturan tubuh , kedisiplinan dan kerja sama. Kegiatan ini juga menjadi olahraga yang menyehatkan tubuh. Pada permainan ini memiliki berbagai istilah khusus dalam memainkan permainan ini. Yang paling populer adalah kojo/gacu artinya pecahan genting. selain itu ada licong (pemain melakukan kecurangan dalam permainan), dan anak bawang (sebutan untuk pemain baru ) dan banyak istilah lainnya.

3. Petak Umpet

Petak Umpet

Permainan yang juga berbagai negara belahan dunia mainkan , mau itu eropa , timur , asia dan berbagai negara dunia memiliki permainan ini. Tentunya dengan aturan yang berbeda beda namun tetap ada kesamaan didalamnya. Dengan menentukan pencari terlebih dahulu dengan suit. Yang kalah suit akan menjadi pencari dan sisanya akan bersembunyi. Indonesia sendiri memilik ciri khas dengan bersembunyi dari 1 pemain yang menjadi pencari yang akan menghitung dengan menghadap tembok atau pohon, Sampai hitungan tertentu untuk menjadi waktu para pemain lain bersembunyi.

Setelah itu pencari akan mencari pemain lain yang bersembunyi sampai mendapatkan 1 pemain. Atau semua pemain yang bersembunyi menepuk telapak tangan nya sendiri ke tembok atau batang pohon yang digunakan untuk menghitung sebelumnya. Tentunya pemain yang bersembunyi tidak boleh ketahuan oleh pencari. Bila penyembunyi ada yang tertangkap maka pemain tersebut akan berganti menjadi pencari yang harus menemukan yang lain. dan bila tidak menemukan pemain atau pemain yang bersembunyi lolos semua maka giliran menjadi pencari lagi tidak berganti.

Sistem permainan petak umpet Sumatera Utara hampir sama, dengan beramai-ramai melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan berjaga benteng, Benteng ini lah yang akan menjadi tempat pencari menghitung , menjaganya dari penyembunyi yang menyerbu dan sekalian mencari. sebagian wilayah Sumatra Utara menyebutnya dengan Permain cakbur, plesetan dari kata “kabur”.

Permainan ini sangat mengandalkan eksploratif para pemain untuk berani mencari tempat bersembunyi yang aman dan penjaga benteng mencari pemain yang bersembunyi untuk sampai lebih awal ke benteng tempat penentuan kemenangan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *